Sedikit game datang dengan beban setinggi Starfield saat rilis. Bethesda menjual mimpi besar, RPG luar angkasa raksasa, ribuan planet, kapal yang bisa dirakit, dan kebebasan bermain ala Skyrim versi antarbintang.
Masalahnya, kesan awal game ini tak pernah benar-benar bulat. Ada yang terpikat oleh atmosfernya, ada juga yang merasa petualangannya terlalu terputus-putus dan kurang liar.
Sekarang, pada April 2026, konteksnya sudah beda. Versi PS5 sudah hadir, update Free Lanes sudah rilis, DLC Terran Armada ikut masuk, dan banyak sisi game ini terasa lebih matang. Tapi apakah itu cukup untuk bilang Starfield akhirnya memenuhi ekspektasi? Jawabannya tak hitam putih.
Apa yang Bikin Starfield Begitu Dinanti Sejak Awal?
Sebelum rilis, Starfield punya modal yang jarang dimiliki game lain, yaitu nama studio, skala janji, dan timing yang pas. Banyak pemain sudah lama menunggu RPG luar angkasa single-player dengan identitas besar, bukan sekadar game survival atau sandbox.
Nama Besar Bethesda Tingkatkan Ekspektasi
Bethesda tak masuk dengan reputasi biasa. Studio ini datang setelah Skyrim dan seri Fallout modern, dua nama yang membentuk cara banyak orang memandang RPG dunia terbuka. Saat Bethesda bilang mereka sedang membuat game antariksa baru, pemain langsung membayangkan sesuatu yang besar, padat, dan bisa menyedot ratusan jam.
Di titik itu, ekspektasi naik sendiri. Orang tak cuma berharap game bagus. Mereka berharap ada lompatan baru, semacam “Skyrim di luar angkasa” dengan kebebasan yang lebih luas dan dunia yang lebih hidup. Standarnya jadi tinggi sebelum siapa pun menyentuh kontrol.
Janji Petualangan Luar Angkasa yang Luas dan Bebas
Bagian paling menggoda tentu janji eksplorasi. Ada lebih dari seribu planet, kapal yang bisa dikustomisasi, sistem skill yang lentur, serta banyak cara membentuk karakter. Kamu bisa jadi penyelundup, tentara bayaran, peneliti, diplomat, atau campuran dari semuanya.
Fantasinya kuat. Starfield menjual rasa jadi penjelajah yang menatap bintang lalu memilih arah sendiri. Bukan cuma soal peta yang luas, tapi juga soal kebebasan mengambil peran. Di atas kertas, itu terdengar seperti paket lengkap yang bisa mendorong formula Bethesda ke level baru.
Apa yang Benar-Benar Ditawarkan Starfield?

Saat hype dibuang, Starfield pada dasarnya adalah RPG Bethesda yang dipindahkan ke panggung sci-fi. Loop utamanya cukup jelas, ambil misi, terbang ke lokasi, ngobrol, tembak-tembakan, looting, naik level, lalu kembali merapikan build dan kapal.
Eksplorasi Planet, Kota, dan Angkasa yang Menarik
Momen terbaik Starfield muncul saat game ini memberi ruang untuk berhenti sejenak dan melihat sekitar. Kota seperti New Atlantis, Neon, dan Akila punya identitas visual yang kuat. Ada rasa skala, ada kesan dunia yang punya aturan sendiri, dan ada detail kecil yang bikin semesta ini terasa dirakit dengan niat.
Eksplorasi ruang angkasanya juga punya pesona, meski bentuknya tak selalu mulus. Kamu lompat dari sistem ke sistem, mendarat, lalu mencari titik menarik di permukaan planet. Kadang kamu menemukan laboratorium terbengkalai, kapal yang rusak, atau bentrokan kecil di orbit. Saat ritmenya pas, Starfield bisa terasa seperti buku sci-fi yang hidup.
Misi Faksi dan Cerita Utama Bikin Terus Lanjut
Kalau eksplorasi kadang naik turun, sisi naratif Starfield lebih konsisten. Misi faksi sering jadi sorotan karena memberi konteks dan tujuan yang jelas. Ada jalur cerita yang terasa seperti drama politik, ada yang lebih mirip operasi militer, dan ada juga yang bermain di wilayah abu-abu moral.
Cerita utamanya tidak selalu memukul keras di awal, tapi ia punya ide yang cukup menarik untuk membuat pemain bertahan. Pilihan dialog, latar belakang karakter, dan keputusan kecil memberi rasa bahwa kamu tak sekadar mengikuti jalur lurus. Bagi banyak pemain, inilah lem yang menahan semuanya tetap menyatu.
Kustomisasi Kapal, Skill, dan Progress yang Imersif
Sisi RPG Starfield bekerja paling baik saat sistem-sistemnya mulai terkunci satu sama lain. Skill bukan cuma angka. Ia membuka akses, gaya bermain, dan efisiensi baru. Mau fokus persuasi, senjata balistik, stealth, atau sains, semuanya bisa dibentuk pelan-pelan.
Lalu ada ship building, salah satu fitur yang paling sering dipuji. Merakit kapal sendiri memberi rasa kepemilikan yang kuat. Bukan cuma kosmetik, tapi juga soal fungsi, kapasitas, senjata, dan mobilitas. Di titik itu, Starfield terasa personal. Kapalnya milikmu, build-nya milikmu, dan ritme mainnya ikut terbentuk dari pilihanmu sendiri.
Di Mana Starfield Dipuji dan Di Mana Dikritik?
Starfield selalu hidup di dua kutub. Di satu sisi, game ini punya atmosfer yang khas. Di sisi lain, ia sering terasa seperti petualangan yang terpotong-potong oleh sistem.
Kekuatan Starfield yang Bikin Pemain Bertahan
Hal yang paling berhasil dari Starfield adalah suasana. Gaya visual sci-fi industrial-nya enak dilihat dan punya karakter. Ia tak terlalu bersih seperti masa depan steril, tapi juga tak terlalu liar. Ada campuran antara teknologi, birokrasi, dan rasa frontier yang cocok dengan tema kolonisasi antarbintang.
Kebebasan RPG-nya juga masih jadi daya tarik besar. Kamu bisa mengabaikan cerita utama selama berjam-jam dan tetap punya banyak hal untuk dilakukan. Tambahkan mod support lewat Creation Kit, lalu ruang mainnya jadi makin lebar. Buat pemain yang suka “ngoprek” game Bethesda, ini faktor penting.
Performa pun jauh lebih rapi dibanding masa awal. Bethesda terus menambal bug, memperbaiki kualitas hidup, dan mendorong optimasi di beberapa update besar. Hasilnya, Starfield pada 2026 jauh lebih nyaman dimainkan daripada versi peluncuran.
Keluhan Terbesar yang Sulit Diabaikan Sejak Launch
Masalahnya, kritik lama itu bukan karangan. Salah satu yang paling sering disebut adalah terlalu banyak loading screen dan perpindahan area yang terasa kaku. Saat game menjual fantasi menjelajah luar angkasa, ritme yang tersendat seperti ini mudah merusak ilusi.
Lalu ada soal planet. Secara teknis jumlahnya memang besar, tapi kualitas pengalaman tak selalu ikut naik. Banyak area terasa kosong, terlalu generik, atau hanya jadi latar untuk mengumpulkan sumber daya. Bagi sebagian pemain, itu membuat eksplorasi terasa seperti daftar tugas, bukan penemuan.
Pacing awalnya juga lambat. Butuh waktu sebelum sistem-sistem terbaiknya terasa klik. Saat rilis, bug dan performa ikut memperburuk kesan pertama. Pada 2026, banyak keluhan itu sudah berkurang. Namun jejak kesan awal masih kuat, dan persepsi publik sering lebih sulit diperbaiki daripada frame rate.
Starfield pada 2026 lebih rapi, lebih penuh, dan lebih enak dimainkan, tapi luka dari peluncurannya belum hilang sepenuhnya.
Apa yang Berubah di Update Besar dan DLC Terbaru?
Perubahan paling jelas datang dari update Free Lanes yang rilis pada 7 April 2026. Ini adalah update gratis terbesar Starfield sejauh ini. Isinya bukan kosmetik kecil. Ada cruise mode untuk kapal, senjata baru, ship mods baru, peningkatan sistem outpost, lebih banyak point of interest, encounter ruang angkasa tambahan, enemy tiers dengan modifier, konten Tracker Alliance, perbaikan UI, optimasi, dan banyak bug fix.
Terran Armada rilis di hari yang sama sebagai DLC berbayar seharga $10, atau gratis untuk pemilik Premium Edition dan Premium Upgrade. Tambahannya fokus pada lini misi faksi baru. Isinya solid, tapi tidak mengubah fondasi game. Lebih tepat disebut ekspansi rasa, bukan perombakan total.
Sebelum itu, Starfield juga sudah mendapat kendaraan darat, mod support resmi, unlock frame rate di Xbox, serta perbaikan teknis lain. Versi PS5 yang hadir bersamaan dengan update April 2026 membuat jangkauan pemainnya makin luas.
Gambaran cepatnya ada di sini:
| Aspek | Saat rilis | April 2026 |
| Eksplorasi | Menarik, tapi sering terputus | Lebih padat, lebih halus |
| Performa | Banyak keluhan | Jauh lebih stabil |
| Konten tambahan | Terbatas | Free Lanes, Terran Armada, kendaraan |
| Mod | Belum matang | Sudah didukung resmi |
| Persepsi pemain | Campur aduk | Lebih positif, tetap terbagi |
Kesimpulannya sederhana. Starfield tidak dibangun ulang. Game ini disempurnakan secara serius, dan itu membuat pengalaman bermainnya naik kelas.
Apakah Starfield Memenuhi Ekspektasi Pemain?
Jawaban paling jujur adalah, tergantung siapa yang bermain dan kapan mereka mencobanya. Versi peluncuran dan versi April 2026 terasa seperti dua produk dengan tingkat kematangan berbeda, meski fondasinya sama.
Masih RPG yang Layak untuk Penggemar Bethesda
Kalau kamu sudah akrab dengan pola game Bethesda, Starfield relatif mudah diterima. Ada kebebasan build, kota dengan cerita sampingan, misi faksi yang kuat, looting, sistem progres yang pelan tapi terasa, dan dunia yang mengajak kamu tersesat beberapa jam tanpa sadar.
Pemain tipe ini biasanya tak terlalu terganggu oleh tempo lambat di awal. Mereka tahu kenikmatan game Bethesda sering datang belakangan, saat sistem-sistemnya mulai saling mengunci. Dalam kondisi sekarang, Starfield jelas lebih mudah direkomendasikan ke kelompok ini dibanding saat hari pertama rilis.
Ekspektasi Inovasi Besar Mungkin Belum Tercapai
Masalah muncul kalau yang kamu cari adalah revolusi eksplorasi luar angkasa. Starfield tidak seberani itu. Ia besar, tapi tidak selalu mulus. Ia bebas, tapi masih dibatasi transisi, struktur area, dan desain planet yang kadang terasa mekanis.
Janji awalnya membuat banyak orang membayangkan sesuatu yang lebih liar dan lebih menyatu. Saat game yang datang ternyata lebih dekat ke RPG Bethesda klasik dengan kostum sci-fi besar, sebagian pemain merasa ada jarak antara promosi dan hasil akhir. Update 2026 memperkecil jarak itu, tapi tidak menghapusnya.
Kesimpulan
Pada April 2026, Starfield sudah jauh lebih baik daripada saat pertama muncul. Update Free Lanes, DLC Terran Armada, mod support, kendaraan darat, dan perbaikan performa membuat game ini terasa lebih lengkap dan lebih nyaman dimainkan.
Tetap saja, penilaian atas Starfield selalu dibentuk oleh janji awalnya yang sangat besar. Kalau kamu datang untuk RPG Bethesda di semesta sci-fi, banyak hal di sini yang memuaskan. Kalau kamu datang untuk lompatan besar dalam eksplorasi luar angkasa, hasilnya mungkin masih terasa “hampir”.
Dan mungkin itu inti dari Starfield sampai hari ini. Bukan kegagalan total, bukan juga kemenangan mutlak, tapi game besar yang akhirnya lebih pantas dinilai dari kondisinya sekarang, bukan dari kekecewaan hari pertamanya.
Baca Juga: Evolusi DLC: Dari Ekspansi Besar ke Era Mikrotransaksi